Selamat Datang di Dunia Neurovaskular & Neurointervensi

Wednesday, 10 August 2011

TEMUKAN, DELAPAN PERBEDAAN !

Neurointervensi berbeda dengan Cardiointervensi bukan hanya pada organ, prosedur dan device-nya, justru yang lebih mendasar adalah perbedaan anatomi pembuluh darah otak dan pembuluh darah jantung. Dengan alasan inilah, arteri intrakranial lebih cenderung terjadi vasospasme dan ruptur akibat prosedur, yang bahkan, dengan manipulasi jauh lebih ringan dibanding arteri korener dengan ukuran yang sama.
Arteri serebral berbeda dengan arteri muskuler pada seluruh tubuh termasuk arteri koroner sedikitnya karena 8 aspek (Schumacer HC et.al, Stroke 2009;40:348-65) :

1. Arteri intrakranial memiliki jumlah external elastic membrane yang sedikit, dimana lapisan terluarnya terdiri dari peralihan antara tunika media dan adventisia
2. Arteri serebral lebih kecil diameternya dibanding arteri koroner bagian proksimal, diameter terluar dari MCA sekitar 2.4 sampai 4.92 mm, dibandingkan dengan arteri koroner proksimal sekitar 4.5 mm.
3. Arteri intracranial secara signifikan lebih tipis (rata-rata 0.094 mm) dibanding dengan arteri koroner (rata-rata 0.87 mm). Ada sedikit perbedaan antara MCA, arteri Basiler dan Vertebral.
4. Tunika media mendominasi komponen dinding arteri intrakranial, sementara tunika adventisia sangat tipis. Rasio intima, media, adventisia adalah 0.17 : 0.52 : 0.31 mm, dibandingkan dengan middle segment dari left decending coronary artery 0.27: 0.36:0.4 mm.
5. Arteri serebral kemampuan meregangnya sangat rendah dibanding dengan arteri lain, karena arteri ini lebih kaku baik secara sirkumferensial maupun longitudinal.
6. Karena arteri intrakranial diselimuti oleh cairan serebrospinal, maka arteri ini hanya memiliki sedikit support dari jaringan perivaskular, sangat berbeda dengan arteri koroner.
7. Arteri intrakranial juga terdiri dari cabang-cabang kecil yang tidak tampak secara angiografi (<250 mikrometer), namun sangat penting karena kerusakannya dapat menyebabkan defisit neurologis yang hebat, misalnya pada capsula interna dan brain stem
8. Ciri anatomis yang berkelok-kelok, menjadikan arteri intrakranial lebih sulit dan memberikan tantangan lebih saat prosedur endovascular dilakukan

Perbedaan-perbedaan ini membuat prosedur neurointervensi lebih kompleks dan merupakan prosedur dengan resiko tinggi ditangan yang tidak kompeten. Cardiac stenting sangatlah berbeda dengan intracranial stenting dalam prosedur maupun resiko komplikasinya. Seorang neurointervensionist yang baik bukan hanya seseorang yang mampu melakukan berbagai macam prosedur dengan takaran keamanan yang tinggi, namun juga yang mampu melakukan tindakan tepat saat komplikasi terjadi.

No comments:

Post a Comment