Selamat Datang di Dunia Neurovaskular & Neurointervensi

idik

idik

Saturday, 10 January 2026

Refractory Headache: Intra Arterial Lidocaine saja?

Seorang wanita, 48 tahun. Terlihat begitu menderita akibat nyeri kepala berulang. Menurut dokter, ini adalah persistent disabling headache. Sudah pernah mendapat banyak terapi oral, injeksi botox dan obat terkait CGRP seperti eptinezumab, namun belum juga membaik. Akhirnya dia mendatangi seorang neurointervensionis, meminta agar membantunya menghilangkan keluhan. Pasien menyampaikan pada dokter, bersedia dilakukan prosedur apapun, asalkan bisa menghilangkan nyeri kepalanya. 

Pagi itu, pasien didorong ke cathlab. Dilakukan angiografi transfemoral (bisa juga dengan transradial), microcatheter dinaikkan menuju middle meningeal artery (MMA). Diposisikan 2 mm melewati ostium MMA (menghindari koneksi dengan internal carotis dan ophthalmic artery). Infus lidokain pada MMA diberikan dengan dosis 50 mg (1mg/1 cc NS) dalam 5-10 menit, setelah selesai prosedur diulangi pada MMA kontralateral. 

Prosedur berlangsung 30 menit. Pasien merasakan nyeri kepala menghilang tepat setelah prosedur. Pasien merasa mendapatkan hidup baru, ini adalah kali pertama, setelah sekian lama merasakan refractory headace yang tak berkesudahan.

Prosedur ini bukan pada satu pasien, tetapi pada 45 pasien. Bukan di Indonesia, tetapi di USA (publikasi JNIS, maret 2025). Sesungguhnya, prosedur ini dilakukan pertama kali sepuluh tahun sebelumnya, oleh seorang Neurologi Intervensi, Dr. Adnan Qureshi, pada 2014. 

Beberapa efek samping yang terjadi pada serial case ini adalah transient numbness dan diplopia, hanya sepintas saja dan membaik sempurna. Efek samping lain adalah terkait prosedur DSA itu sendiri (tidak terkait lidocain), seperti nyeri pada puncture dan satu pasien dengan hematoma subgaleal.

Bagi Nevi, prosedur ini relatif tidak sulit, dan juga murah (dibanding prosedur intervensi lain). Prosedur ini tampaknya berpotensi menjadi standar terapi baru. Kita masih menunggu penelitian yang lebih besar dan bukti ilmiah yang lebih kuat. 

No comments:

Post a Comment