Selamat Datang di Dunia Neurovaskular & Neurointervensi

idik

idik

Friday, 23 January 2026

Ada Apa di Val d'Isere ?




    Perjalanan yang sangat melelahkan terbayar. Surabaya-Jakarta-Doha-Geneva, menelan hampir 24 jam. Pilot Qatar Airways meminta penumpang bersiap, saat jendela dibuka, tampak landscape bukit-bukit bersalju indah memutih. Rumah-rumah kecil bersembunyi dihamparan-nya. Betapa elok di pandang mata. 

    Landing di Geneva begitu mulus, penumpang bertepuk tangan, apresiasi untuk sang pilot. Ponsel diaktifkan, Dimitry, driver yang akan membawa ke Val d’Isere  mengirim pesan, sepuluh menit lagi dia akam masuk bandara. 

    Belum jeda punggung sekejap, masih hangat rasa kursi pesawat, tanpa ampun, mobil Van hitam meluncur cepat. Dimitry menyampaikan bahwa perjalanan 3 sampai 4 jam. Ini hari Sabtu, 17 Januari, mungkin cukup banyak yang berlibur ke Val d’Isere. Sepanjang jalan, tidak berhenti bibir ini bertasbih, melihat betapa indah negara ini. Ada danau yang berhimpitan dengan bukit bukit batu, sebagian tertutup salju. Rumah-rumah kayu, perahu-perahu kecil, birunya air danau yang terasa dingin, mengingatkan kita akan cerita klasik dari Swiss, tentang Heidi, anak yatim yang di asuh oleh sang kakek di kaki gunung bersalju. 

    Mobil meluncur dan tersendat. Jalah menuju Val d’Isere tak terlalu besar, sulit untuk saling mendahului. Mendekati tujuan, mata benar-benar dimanjakan oleh pemandangan surgawi. Kota ini kecil, namun terasa hidup. Hotel Kandahar, pukul 19.00 sungguh terasa hangat, meskipun suhu di luar minus 4 derajad Celsius. 

    Berkunjung ke Val d'Isere, menghadiri ABC WIN Seminar, 18-23 Januari 2026, pertemuan ilmiah tertua kelas dunia. Sungguh beruntung bisa berada disini. Bersama para guru dan founding father neurointervensi. Satu persatu peserta mulai memasuki kota. Salju menumpuk di sisi kanan dan kiri jalan. Terserak begitu saja di halaman depan kamar. Dari jendela, tampak sepanjang luas mata memandang perbukitan putih menjulang. Hanya pinus dan cemara yang dominan terlihat, menjadikan pohon-pohon perdu lain menjadi minoritas. 

    Meski belum terlalu larut, kaki sudah enggan diajak berkeliling area sekitar. Perjalanan ini terlalu panjang dan melelahkan. Konon kota ini sepi saat summer. Tak ada salju, tak banyak orang yang datang. Tempat ini menjadi tempat olimpiade ski. Tak heran, pada dinding hotel terpampang banyak foto even ski internasional. Di hotel yang keseluruhan dinding dan lantai-nya dari kayu, saat ini tak ada yang lebih indah selain membaringkan badan sejenak, untuk bersiap besok pagi menuju acara.

    Pagi hari, 18 Januari 2026. Semua telah berkumpul di auditorium yang mampu menampung sekitar 500 peserta. Ruangan yang nyaman, ideal untuk kegiatan ilmiah berskala besar. ABC WIN ini konon sudah berbeda sepeninggal Prof. Luc Picard. Awalnya acara ini bebas dari pengaruh industri. 

    ABC WIN di inisiasi beberapa orang saja pada tahun 1980-an. Diantara generasi awal penggagasnya, hanya Jaques Moret yang masih terlihat, yang lain sudah tiada, atau tidak hadir lagi, seperti Alex Barenstein. Mulai terlihat talenta-talenta muda yang cerdas dan tajam. Pengaruh industri dan berkembangnya device yang begitu banyak, tak pelak juga mewarnai presentasi beberapa peserta, meskipun, tidak ada sponsor apapun yang mendisplai produk, sebagaimana seminar atau kongres pada umumnya. 

No comments:

Post a Comment