Dimana kini rahim, ruang paling tenang dan nyaman, tempat kami dulu tinggal
Kabarnya.... digadaikan kepada mereka, yang pandai menghitung untung
Kabarnya.... digadaikan kepada mereka, yang pandai menghitung untung
Dimana halaman yang rimbun, tempat embun di ujung daun
Kabarnya.....tergusur, tak mampu berkelit realitas pahit
Kabarnya.....tergusur, tak mampu berkelit realitas pahit
Hutan ditebang atas nama investasi,
Gunung dibelah atas nama cinta negeri
Gunung dibelah atas nama cinta negeri
Anoa kehilangan savana,
Harimau kehilangan rimba,
Bersama kayu gelondongan, hanyut oleh air bah masa
Harimau kehilangan rimba,
Bersama kayu gelondongan, hanyut oleh air bah masa
Ada hutan, tak ada teduh.
Ada pantai, tak ada sepoi angin
Ada sawah, tak ada senyum Petani
Ada pantai, tak ada sepoi angin
Ada sawah, tak ada senyum Petani
Asing benar di tanah kelahiran,
Pendatang di kampung halaman
Pendatang di kampung halaman
Ungkapkan lantang, Pancasila..
Lantunkan keras, Indonesia Raya...
Pekik tinggi, Merdeka..!
Lantunkan keras, Indonesia Raya...
Pekik tinggi, Merdeka..!
Oh... mengapa tiada rasa..
Datar-datar saja, pergi kemanakah makna?
Datar-datar saja, pergi kemanakah makna?
Di hari Merdeka ini,
Rahim Ibu Pertiwi
Mengapa tak sama lagi,
Mengapa tak nyaman lagi,
Sebagai tempat kembali......
Surabaya, 14 Agustus 2026
Rahim Ibu Pertiwi
Mengapa tak sama lagi,
Mengapa tak nyaman lagi,
Sebagai tempat kembali......
Surabaya, 14 Agustus 2026
No comments:
Post a Comment