Selamat Datang di Dunia Neurovaskular & Neurointervensi

idik

idik

Sunday, 5 July 2026

Meningioma: Embolisasi Segera Menggantikan Tindakan Bedah?

Syahdan, beberapa tindakan open surgery pada kasus neurologi, telah bergeser menuju prosedur endovaskuler atau neurointervensi. Coiling telah menggantikan clipping pada hampir semua kasus. Carotid stenting telah menggantikan endarterectomy pada banyak kasus stenosis carotis. Embolisasi Middle Meningeal Artery menjadi standar baru pada Chronic Subdural Hematoma (cSDH). 

Pada tumor hipervaskuler (seperti meningioma), embolisasi selama ini menjadi prosedur pre-operatif. Meningioma dilakukan stand alone embolization pada pasien-pasien yang menolak operasi. Namun, publikasi terbaru pada Journal Neurointerventional Surgery-JNIS (Juni 2026) yang memaparkan jumlah kasus cukup banyak (40 kasus), membuat kita cukup optimis, bahwa stand alone embolization akan segera menjadi pilihan terapi pada subtipe meningioma tetentu. 

Artikel ini memberikan bukti, dari 41 meningioma yang diembolisasi, evaluasi MRI pada tumor enhancement volume (ETV) berkurang sebanyak 83.1% (dalam 24-72 jam). Evaluasi pada total tumor volume (TTV) berkurang sebanyak 28,6%  dalam 1 bulan, kemudian 57,1%  dalam 6 bulan, dan 81.7% dalam 1 tahun. Klinis pasien tetap atau membaik pada hampir semua pasien (39 orang). 

Fakta ini menarik dan memberikan harapan besar pada neurologi. Prosedur embolisasi pada meningioma terutama pada konveksitas, bukan prosedur yang kompleks dan prosedur ini non- invasif. Artikel ini mematik harapan, prosedur stand alone embolization pada meningioma, tak lama lagi akan mengikuti trend prosedur lain seperti coiling, stenting carotis dan embolisasi pada cSDH. 

All eyes are on the good news ahead!

Friday, 23 January 2026

Ada Apa di Val d'Isere ?




    Perjalanan yang sangat melelahkan terbayar. Surabaya-Jakarta-Doha-Geneva, menelan hampir 24 jam. Pilot Qatar Airways meminta penumpang bersiap, saat jendela dibuka, tampak landscape bukit-bukit bersalju indah memutih. Rumah-rumah kecil bersembunyi dihamparan-nya. Betapa elok di pandang mata. 

    Landing di Geneva begitu mulus, penumpang bertepuk tangan, apresiasi untuk sang pilot. Ponsel diaktifkan, Dimitry, driver yang akan membawa ke Val d’Isere  mengirim pesan, sepuluh menit lagi dia akam masuk bandara. 

    Belum jeda punggung sekejap, masih hangat rasa kursi pesawat, tanpa ampun, mobil Van hitam meluncur cepat. Dimitry menyampaikan bahwa perjalanan 3 sampai 4 jam. Ini hari Sabtu, 17 Januari, mungkin cukup banyak yang berlibur ke Val d’Isere. Sepanjang jalan, tidak berhenti bibir ini bertasbih, melihat betapa indah negara ini. Ada danau yang berhimpitan dengan bukit bukit batu, sebagian tertutup salju. Rumah-rumah kayu, perahu-perahu kecil, birunya air danau yang terasa dingin, mengingatkan kita akan cerita klasik dari Swiss, tentang Heidi, anak yatim yang di asuh oleh sang kakek di kaki gunung bersalju. 

    Mobil meluncur dan tersendat. Jalah menuju Val d’Isere tak terlalu besar, sulit untuk saling mendahului. Mendekati tujuan, mata benar-benar dimanjakan oleh pemandangan surgawi. Kota ini kecil, namun terasa hidup. Hotel Kandahar, pukul 19.00 sungguh terasa hangat, meskipun suhu di luar minus 4 derajad Celsius. 

    Berkunjung ke Val d'Isere, menghadiri ABC WIN Seminar, 18-23 Januari 2026, pertemuan ilmiah tertua kelas dunia. Sungguh beruntung bisa berada disini. Bersama para guru dan founding father neurointervensi. Satu persatu peserta mulai memasuki kota. Salju menumpuk di sisi kanan dan kiri jalan. Terserak begitu saja di halaman depan kamar. Dari jendela, tampak sepanjang luas mata memandang perbukitan putih menjulang. Hanya pinus dan cemara yang dominan terlihat, menjadikan pohon-pohon perdu lain menjadi minoritas. 

    Meski belum terlalu larut, kaki sudah enggan diajak berkeliling area sekitar. Perjalanan ini terlalu panjang dan melelahkan. Konon kota ini sepi saat summer. Tak ada salju, tak banyak orang yang datang. Tempat ini menjadi tempat olimpiade ski. Tak heran, pada dinding hotel terpampang banyak foto even ski internasional. Di hotel yang keseluruhan dinding dan lantai-nya dari kayu, saat ini tak ada yang lebih indah selain membaringkan badan sejenak, untuk bersiap besok pagi menuju acara.

    Pagi hari, 18 Januari 2026. Semua telah berkumpul di auditorium yang mampu menampung sekitar 500 peserta. Ruangan yang nyaman, ideal untuk kegiatan ilmiah berskala besar. ABC WIN ini konon sudah berbeda sepeninggal Prof. Luc Picard. Awalnya acara ini bebas dari pengaruh industri. 

    ABC WIN di inisiasi beberapa orang saja pada tahun 1980-an. Diantara generasi awal penggagasnya, hanya Jaques Moret yang masih terlihat, yang lain sudah tiada, atau tidak hadir lagi, seperti Alex Barenstein. Mulai terlihat talenta-talenta muda yang cerdas dan tajam. Pengaruh industri dan berkembangnya device yang begitu banyak, tak pelak juga mewarnai presentasi beberapa peserta, meskipun, tidak ada sponsor apapun yang mendisplai produk, sebagaimana seminar atau kongres pada umumnya.